BAB
I
PENDAHULUAN
Pada penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Guru Bimbingan
Konseling/ Konselor di sekolah memberikan pelayanan berkaitan Pengembangan
Diri, sesuai minat dan bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangan
peserta didik dalam lingkup perkembangan zaman ini.
Guru Bimbingan Konseling/ Konselor bersama Wali Kelas dan
Guru Mata Pelajaran menjadi pendamping dalam setiap proses pembelajaran. Hal
itu dimaksudkan untuk membantu peserta didik agar mampu menuntaskan seluruh
mata pelajaran seoptimal mungkin sesuai dengan potensi kemampuan akademik,
bakat dan minatnya, sehingga hambatan dan kemungkinan kegagalan sudah dapat
diprediksi, diketahui dan dibimbing sejak dini. Selain itu, untuk membimbing
peserta didik dalam menentukan pilihannya secara mandiri dan mampu mengambil
keputusan.
Melihat kebutuhan diatas maka Bimbingan dan Konseling
dalam melakukan proses pelayanannya menggunakan berbagai pelayanan dengan
berbagai pertimbangan melihat dari sudut kebutuhan konseli. Mengikuti
perkembangan zaman maka dalam melakukan pelayanan atau proses konseling
Bimbingan dan Konseling pun menggunakan sistem teknologi informasi dalam
melakukan proses konseling, agar mempermudah komunikasi, sehingga konselor
dapat memulainya dengan pengenalan teknologi informasi ini kepada siswa.
Dengan
demikian pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan layanan media BK
diharapkan sebagai calon praktisi konselor atau guru BK sekolah dapat
meningkatkan kemampuannya dalam bidang teknologi. Peningkatan kemampuan dapat
dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan atau bias melalui
pembelajaran mandiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pentingnya penggunaan TI dalam BK
Pada umumnya bimbingan dan konseling dengan
memanfaakan TI memiliki tujuan umum yaitu membantu siswa/ peserta didik
memperoleh kehidupan yang membahagiakan serta berkembangnya potensi secara
optimal melalui layanan
bimbingan dan konseling. Namun, secara lebih spesifik bimbingan dan konseling
mmemiliki tujuan sebagai berikut:
a)
Untuk mempermudah konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling
kepada peserta didik. Kemudahan akses dan penyimpanan serta pengolahan data
yang didapat melalui penggunaan TI menjadi alasan utama mudahnya konselor dalam
memberikan layanan bagi peserta didik.
b)
Memberikan alat bantu baik bagi siswa maupun konselor dalam upaya melakukan
investigasi tentang minat, bakat, serta pilihan – pilihan karir, statistik
pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan untuk memperoleh capaian karir
tertentu serta mengintai kesempatan yang bisa didapat.
c)
Membantu siswa dalam mencapai kesadaran diri, melakukan eksplorasi diri,
memecahkan masalah – masalah pribadi serta sosial dan mengembangkan
keterampilan dalam mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi.
d)
Untuk meningkatkan minat atau daya tarik siswa terhadap pelayanan bimbingan
dan konseling yang diselenggarakan oleh konselor. Melalui perangkat multimedia
yang disajikan oleh konselor siswa akan tertarik untuk memahami materi layanan
yang tentunya penting bagi perkembangannya dalam menjalani kehidupan secara
mandiri.
e)
Mempermudah akses siswa dalam memperoleh layanan bimbingan dan konsleling
serta berbagai macam sumber informasi yang penting bagi pengenbangan diri siswa.
Tujuan-tujuan diatas akan
tercapai jika saja sistem serta manajemen instansi pendidikan memberikan
dukungan penuh bagi para konselor di lapangan dengan memberikan sarana dan
pra-sarana yang dibutuhkan. Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya
manusia BK (Konselor) terutama yang berkaitan dalam penggunaan alat
berteknologi tinggi baik software maupun hardware juga
sangat dibutuhkan.
B. Metode Penggunaan
TI dalam BK
Pemanfaatan TI dalam berbagai kesempatan layanan bimbingan dan konseling,
pada umumnya menggunakan dua metode yaitu:
1.
Online
Kata online diartikan
adalah sebagai komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan (seperti
Internet) dan siap untuk digunakan (atau digunakan oleh) komputer atau
perangkat lain. Dengan kata lain, online juga mengandung arti
hubungan telekomunikasi peer to peeryang membuat dua manusia
terhubung. E-counseling adalah istilah yang lazim digunakan
untuk menggambarkan proses konseling secaraonline. Layanan ini
merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh konselor dalam mengurangi
masalah yang dihadapi oleh klien. Seiring dengan berkembangnya teknologi
informasi, hal Ini merupakan tantangan bagi konselor, sehingga konselor secara
otomatis dituntut untuk berpartisipasi dan menguasainya, kondisi ini memungkin
pelaksanaan konseling tidak hanya dilakukan tatap muka di ruang tertutup,
tetapi dapat dilakukan melalui format jarak jauh.
Beberapa cara yang bisa
digunakan antara lain adalah:
a. Web Blog sebagai penyedia
informasi bagi peserta didik tentang segala hal yang dibutuhkan dalam
mengembangkan dirinya.
b. Chatting, metode ini biasanya
digunakan untuk konseling jarak jauh yang memerlukan penanganan segera namun
terhalang jarak dan waktu.
c. E-mail, surat elektronik sekarang
menjadi trend karena media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk
menyampaikan aspirasi maupun curahan hati kepada konselor.
d. Short Message
Service (SMS), adalah media
yang paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan
guna tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada konselor
maupun sebaliknya.
e. Telephone, sama seperti chatting media
ini juga sering digunakan sebagai media konseling secara langsung terutama
dengan mulai adanya teknologi video call yang dapat
menampilkan ekspresi wajah siswa dalam konseling.
Beberapa metode diatas dapat
dijalankan jika tersedia perangkat berupa HP/ Telepone, PC (Personal
Computer), laptop modem dan beberapa sarana pendukung yang lain seperti
koneksi internet dan headphone.
2. Offline
Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan
konseling dengan mode offline (tidak tersambung dengan
ineternet maupun media komunikasi jarak jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan
komputer sebagai media pengolah data serta alat bantu dalam layanan bimbingan
dan konseling mislanya dengan menggunakan beberapa program komputer
seperti microsoft power point, video player dan
beberapa media interkatif lain dalam melayani siswa. Selain itu, beberapa
program pengolah data seperti micdrosoft excel dan microsoft
access serta visual basic kini tersedia terutama
dalam membantu konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap peserta
didik.
C. Berbagai Produk TI dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Produk teknologi informasi yang umumnya dipakai dalam bimbingan dan
konseling adalah berbagai program komputer yang dapat dijadikan sebagai alat
bantu pelayanan. Baik yang sifatnya sebagai pengolah data maupun sebagai media
pelayanan langsung untuk peserta didik. Beberapa program yang dimaksud antara
lain sebagai berikut:
a). Media berbasis Power Point
Media yang disusun dengan basic power point biasanya
adalah materi presentasi materi layanan bimbingan dan konseling. Baik yang
sifatnyaice breaking maupun yang penuh dengan materi yang harus
dipahami dan dikuasai peserta didik dalam berkembang mencapai tujuan dan
cita-cita pendidikannya secara optimal.
b). Media berbasis Microsoft Excel
Media berbasis Microsoft Excel biasanya digunakan
dalam mengolah dan menganalisis data sebagai sumber informasi utama dalam
memberikan layanan kepada peserta didik. Banyak dari program-program komputer
yang menggunakan excel kini mendapatkan sambutan positif dari konselor sebagai
pengguna.Beberapa produk yang menggunakan excel sebagai basis
utamanya antara lain adalah pengolah data DCM, Sosiometri, slef-esteem dan locus
of control, multiple intelegence dan AUM PTSDL berbasis computer. bentuk aplikasi
instumentasi berbasis komputer yang dapat membantu konselor dalam mengolah data
untuk memahami siswanya.
Program seperti yang disebutkan diatas adalah beberapa
instrumen need assesment sebagai dasar penyusunan program
layanan bimbingan dan konseling berbasis kebutuhan siswa. dengan adanya program
pengolah data ini, niscaya pkerjaan konselor bisa lebih efisisen dan produktif
karena sipermudah dengan program-program pendukung. IKMS
(Identifikasi Kebutuhan Masalah Siswa).Aplikasi ini merupakan sebuah kesatuan
dari mulai check list kebutuhan layanan siswa sebagai need
assesment serta pengolah data untuk menyusun program layanan hingga
pada penyusunan satuan layanan maupun satuan pendukung BK. merupakan produk
yang dilengkapi dengan adanya sosiogram melalui grafik excel yang diharapkan
mempermudah pemahaman konselor terhadap kemampuan interaktifitas peserta didik.
Aplikasi Instrumentasi Terpadu berbasis Komputer dengan instrumen yang lebih
lengkap dan kompleks terutama dalam membantu pemahaman diri konselor terhadap
peserta didik dan peserta didik terhadap dirinya.
c). Aplikasi dengan Software
Developer lain.
Selain dengan perangkat program Excel, telah disusun
pula program pendukung BK yang lain dengan basis visual basic dan Delphi dengan orientasi
sama, yaitu mempermudah konselor dalam menganalisis perkembangan siswa.
Beberapa program itu ada yang buatan dalam negeri ada pula yang produk luar
negeri.Perangkat lunak
pertama yang bisa deitemui adalah program sociogram.
Program ini adalah pengolah data yang membantu
konselor dalam membuat sosiogram atau grafik sosiometri dari interaksi individu
dalam kelompok. Dengan menu yang lebih lengkap kemudian Ladys Group membuat program yang dilengkapi dengan berbagai indeks interaksi
sosial, sosiogram serta keleluasaan dalam memilih tema hubungan sosial dalam
sebuah kelompok.
Pada tahun 2007 Universitas Pendidikan Indonesia
meluncurkan ATP (Analisis Tugas Perkembangan) yang merupakan program pengolah data ITP
(Inventori Tugas Perkembangan) dari mulai jenjang siswa SD, SMP, SMA hingga
Perguruan Tinggi. Program ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana
tingkat ketercapaian masing-masing tugas perkembangan yang harus dijalanai
peserta didik baik pada jenjang SD, SMP maupun SMA hingga Mahasiswa pada
Perguruan Tinggi.
Pada bidang bimbingan karir, Hartono (2009)
menciptakan PLABK-SMA (Perangkat Lunak Analisis Bimbingan Karir untuk SMA)
sebagai produk Disertasinya di Universitas Negeri Malang. Program ini bertujuan
untuk membantu siswa memahami diri, informasi karir dan pada akhirnya mampu
memutuskan pilihan karir secara mandiri. Konten-konten yang ada dalam program
ini bisa selalu di update sehingga informasi-informasi yang
ada lebih relevan sesuai dengan perkembangan zaman.
Berbagai program
diatas adalah gambaran betapa banyaknya produk teknologi informasi yang
seharusnya bisa dimanfaatkan dalam layanan bimbingan dan konseling.
D. Kelebihan dan kekurangan dalam pemafaatan Teknologi Informasi Dalam BK
a. Kelebihan
1. Konselor/guru
Bk maupun konseli dapat lebih cepat mengakses semua informasi yang ada dan
tidak harus melakukan proses konseling secara langsung atau face to face.
2. Dapat
membangun hubungan / interaksisosial dari jarak jauh.
3. Sebagai
metode pembelajaran yang menuntut kreativitas bagi buru BK dan tidak membuat
siswa jenuh atau bosan.
Penggunaan
komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling menrut Baggerly memiliki
keuntungan sebagai berikut, akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan
keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi
lebih menarik, akan meningkatkan kunjungan ke web site, terutama yang berhubungan
dengan kebutuhan siswa, konselor akan memiliki pandangan yang baik dan
bijaksana terhadap materi yang diberikan, akan memunculkan respon yang positif
terhadap penggunaan email, tidak akan memunculkan kebosanan, dapat ditemukan
silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website; dan terdapat pengaturan
yang baik
b. Kekurangan
1. Pemanfaatan
yang berlebihan (dalam hal negative, seperti penyalahgunaan situs porno, dsb).
2. Tidak
semua dapat menggunakan dan memahami TI dengan baik.
3. Keterbatasan
pada alat (computer dan line kabel internet).
4. Membutuhkan
iaya yang tidak cukup sedikit.
0 komentar:
Posting Komentar